Tampilkan postingan dengan label warta polisi bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label warta polisi bandung. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 April 2011
Melinda Inong Si Pembobol Bank
Nama Melinda mendadak terkenal. Foto-foto perempuan berusia 47 tahun tersebut beredar di dunia maya. Mendadak, semua orang pun ingin tahu kehidupan miliarder istri model iklan Andika Gumilang tersebut.
Tak heran, nama Melinda muncul karena ia menjadi tersangka kasus pencurian uang nasabah prioritas di Citibank. Kasus tersebut, entah sengaja entah tidak, awalnya ditutup-tutupi oleh Polri. Pun Citibank lebih banyak tutup mulut soal Melinda yang mereka sebut "eks-karyawan" Citibank itu.
"Nama aslinya Inong Melinda, di kantornya menggunakan nama Melinda," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, buka suara soal kasus ini, Kamis (31/3). Anton menambahkan, Melinda tidak menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan padanya.
Bahkan, sebelum berkasus, Linda, panggilan akrab Melinda, juga sudah menjadi buah bibir. Pasalnya, penampilan Linda yang usianya hampir paruh baya itu memang menarik. Pegawai Citibank yang tak kenal dengannya pun minimal pasti tahu siapa dia. Belum lagi nasabah Citibank. Linda memang sengaja ditempatkan untuk menangani nasabah prioritas karena kepiawaiannya bicara dan menjaga hubungan dengan nasabah.
"Dia itu operasi semua, dirombak wajahnya, jadi sebetulnya nggak cantik," kata Anton mengomentari kehebohan masyarakat mengenai penampilan Linda sebagaimana foto-fotonya yang beredar di dunia maya.
Lepas dari penampilannya, Linda memang terkenal cukup lincah dan pandai berhubungan dengan klien. Linda sudah 20 tahun bekerja di Citibank, tapi baru tiga tahun terakhir ini ia mulai beraksi, membobol dana nasabah. Setidaknya dari tiga perusahaan yang jadi nasabah Citibank, Linda sudah mengantongi Rp17 miliar.
Polri menduga masih banyak lagi uang nasabah yang dibobol Linda. Sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut disinyalir takut melapor lantaran tak mau merusak hubungan baik dengan bank internasional asal New York tersebut.
Menurut Polri, dalam aksinya Linda meminta teller Citibank bernama Dwi untuk membantunya melakukan pencatatan palsu beberapa transfer uang. Nilainya antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Catatan tersebut merupakan manipulasi transfer uang dari rekening nasabah ke rekening milik beberapa perusahaan milik Linda di dalam dan di luar Citibank.
Tak tahu yang dilakukannya kriminal, Dwi yang bekerja di Citibank atas bantuan Linda, tak menolak mengerjakannya. Pencatatan tersebut secara administrasi bank memang tak bermasalah. Oleh karenanya, kejahatan Linda tak tercium.
Dwi kemudian juga ditangkap Polri dan sempat masuk rutan Bareskrim Mabes Polri atas dugaan keterlibatannya. Tetapi ia kemudian dilepas kembali karena tak ikut menikmati uang yang dicuri Linda. Status Dwi masih tersangka. Ia hanya dikenakan wajib lapor setiap dua minggu sekali.
Namun, banyak pihak memandang kekayaan Linda wajar-wajar saja. Pasalnya, Linda memang mempunyai banyak usaha, selain bekerja sebagai manajer di Citibank Cabang Landmark, kemudian pindah ke cabang Pondok Indah. Namun belum dapat dikonfirmasi bergerak di bidang apa saja perusahaan-perusahaan tersebut.
Linda pun, menurut Polri, piawai menyembunyikan kejahatannya. Harta kekayaannya banyak yang disamarkan dengan atas nama orang lain.
Rekening perusahaannya, misalnya, tercatat atas nama orang lain. Mobil-mobil mewah yang dimilikinya pun demikian. Salah satunya, Hummer H-3 warna putih bernomor polisi B 18 DIK yang disita polisi sebagai barang bukti pencucian uang, dicatat atas nama Dika. Selain itu, Linda diketahui masih memiliki Mercedes Benz S300 dan sebuah Ferrari yang kerap dibawa Dika ke Sentul untuk bergaul bersama komunitas Ferrari lainnya.
Dika adalah Andhika Gumilang, suami Melinda yang usianya jauh lebih muda. Model iklan dan artis itu disebutkan baru berusia sekitar 22 tahun.
"Dia punya Hummer dipegang (atas nama) suaminya, Mercy dan Ferrari dipegang anaknya," ujar Anton.
Sampai kini Polri belum dapat dengan jelas memetakan harta Linda yang lain. Polri tengah meminta bantuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan memantau aliran dana keluar masuk rekening perusahaan Linda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, Linda ditangkap di kamar mewahnya di sebuah apartemen di kawasan elite SCBD, Semanggi. Ia juga diketahui pernah tinggal di Oakwood, Kuningan. Selain itu, Linda masih punya beberapa rumah di Jakarta, termasuk di Tebet.
Menyembunyikan hubungan istimewanya dengan model iklan pun Linda jago. Tak tercium infotainment, Linda menikah dengan Dika yang umurnya terpaut 25 tahun. Padahal, pada pertengahan 2007, Dika masih dikabarkan infotainment bermasalah dengan pacarnya kala itu, Trindah Herlina.
Pasangan Linda dan Dika tinggal bersama kedua anak Linda dari pernikahan pertamanya. Anak pertama Linda, lulusan universitas luar negeri, berusia tak terpaut jauh dengan Dika, sementara anak keduanya masih duduk di bangku sekolah swasta di Jakarta.
Menghindari kemungkinan kejahatan perbankan serupa, Polri mengimbau semua pihak untuk tidak mudah percaya pada kedekatan hubungan pribadi ketika menyangkut urusan finansial.
"Kepada masyarakat, kalau berkaitan dengan bank harus cek dan ricek karena petugas itu belum tentu yang sebenarnya," papar Anton.
"Harus sesuai dengan prosedur, harus baca aturan sistem. Jangan terlalu percaya dengan pihak bank yang sudah dikenal baik. Itu belum tentu benar, harus hati-hati, tahu-tahu ditandatangan kosong."
sumber : metro nesw.
Label:
bank,
kasus Ariel,
kasus melinda,
kejahatan melinda,
Melinda Inong Si Pembobol Bank,
skandal melinda,
tabloid warta polisi,
warta polisi,
warta polisi bandung
Kamis, 17 Maret 2011
PELECEHAN SEXUAL GURU NGAJI KEPADA GADIS DI BAWAH UMUR
![]() |
| gambar hiasan |
Memalukan,itulah yang menimpa warga desa Pahonjean kec,majenang,cilacap,jawatengah.tepatnya di dusun tangalrejo RT.05 RW.16.karna ulah oknum guru ngaji yang melakukan pelecehan sexsual kepada seorang gadis di bawah umur. Berawal dari keperegoknya pelaku (R)55 tahun yang sedang melakukan pelecehan sexsual terhadap korban (N)15 tahun oleh bibi nya yang terjadi di belakang rumah. saat mendengar suara gaduh di belakang rumah tepatnya di kamar mandi, saya cepet melihatnya, setalah saya cek saya sangat kaget, karna di dalam kamar saya meliat (R)dan(N) Dalam satu ruangan. ujar bibi korban saat menceritakan kronologis kejadian kepada wartawan.
Dan hal itu pun menimbulkan konplik di tempat tersebut, karna pelaku adalah tokoh masarakat yang sangat di hormati (gurungaji) atas ulah nya yang tidak mencerminkan kepribadian baik, yang telah melecehkan seorang gadis di bawah umur, dan tindakan tidak senonoh itu tidak terjadi hanya satu kali.
Dan ter jadilah perdamaian antara pihak korban dan pelaku secara kekeluargaan yg di jembatani aparatur desa setempat pihak RT dan lingkungan tersebut dengan sangsi pelaku tidak mengulangi perbuatannya, dan di pungut uang Rp 2.000,000,00-,untuk perbaikan likungan di sekitarnya, sehingga permasalan tersebut di anggap selesai.
Tapi bagi peroses hukum mungkin masih bisa berjalan karna usia korban yang masih di bawah umur dan mempunyai lindungan hukum. dan diliat dari dampak lingkungan dan kepribadian korban yang bisa menggangu fikiran dan mental yang pasti akan sangat lama untuk kembali normal.
Seharusnya pihak aparat Desa harus lebih proaktif dalam menangani permasalahan ini. kerna menyangkut undang undang perlindungan anak. bukan masalah perselisihan tapi permasalahan yang menyangkut masa depan korban, yang sangat berdampak bagi kehidupannya kelak, hal ini pun tidak bisa di selesaikan dengan cara musyawarah dengan memberikan denda dan niat bertobat pelaku. seharusnya pelaku juga dikenakan hukuman secara kepolisian untuk menimbulkan efek jera kepada pelaku. ( rahman )
Kamis, 10 Maret 2011
MARAKNYA PERCURIAN KABEL TELKOM DI BANYUMAS
Layanan speedy banyumas terutama wilayah sokaraja sangat sering mendapat komplin dari konsumen. Berbagai gangguan dan keluhan konsumen masuk ke kantor pelayanan Telkom sokaraja contohnya pada hari selasa 8 maret 2011 pada jam 12 siang sedikitnya 30 pelapor telah mendatangi kantor pelayanan telkom banyumas 80% mereka adalah pengguna pihak ketiga dari Telkom yaitu speedy. Kejadian ini dialami langsung oleh wartawan WARTA POLISI banyumas mujiburahman saat diperintahkan kabiro sugeng paryono untuk mengirim berita ke redaksi. Mengetahui jaringan spdeey di kantor warta polisi tidak nyambung lantas dengan cepat mujiburahman mendatangi kantor pelayanan Telkom sokaraja.
Menurut pak Hendro salah satu staf Telkom cabang sokaraja. Terjadinya berbagai masalah gangguan speedy tidaklah sepenuhnya kerna kelalaian petugas kami dilapangan namun banyak penyebap lain antaranya kejadian alam seperti petir dan angin kencang dan yang paling mengganggu di wilayah kerja kami adalah maraknya pencurian kabel milik Telkom entah ada unsur sengaja atau memang kelaparan yang jelas kabel milik Telkom wilayah sokaraja dan banyumas kerap kali di kerat pencuri jelas pak hendro sewaktu diwawancara wartawan warta polisi.
Masih dalam keterangan pak hendro, kabel-kabel yang sering menjadi incaran para pengerat ini ada di beberapa tempat antaranya, kali cupak, pliken, karang nenas dan tempat-tempat lain. Malah di kali cupak baru tiga hari di ganti oleh pihak Telkom di curi kembali. Sewaktu ditanya apakah pihak kepolisian berupaya menuntaskan kasus ini pak hendro menjawab sudah tentu mas’’ kerna kejahatan ini sangat merugikan masyarakat dan Negara. Seperti kejadian dari tanggal 5 sampai 9 maret ini berapa banyak warnet yang tidak beroperasi berapa banyak kantor yang terganggu’’ saya berharap pihak kepolisian serius untuk mengungkap pelaku kejahatan ini ujar pak hendro serius.
Menyikap hal ini warta polisi melihat adanya kelemahan pengawasan keamanan terhadap infrastuktur milikpemerintah dan swasta, terbukti dalam waktu 3 bulan ini berkali kali Telkom dan konsumen speedy di wilayah banyumas dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Seharusnya pihak kepolisian bidang babinkantibmas memberikan pengamanan dan meminta bantuan warga dalam wwilayah kerjanya untuk membantu menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai wujud kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga pasilitas umum milik Negara atau swasta. ( mujiburahman )
Sabtu, 26 Februari 2011
Identitas Pelaku Penembakan Telah Diketahui Pihak Kepolisian
Bandung, warta POLISI
Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penebakan yang menewaskan anggota Unit Reskrim Polrestabes Bandung, Briptu Taufik Fitriadi.
polisi pun menyatakan identitas pelaku sudah teridinfikasi dan datanya sudah dikantongi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Briptu Taufik Fitriadi atau yang akrab di panggil Andi, tewas setelah terkena tembakan di dada dan punggung, saat melakukan penangkapan terhadap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan perampokan di jalan sadang serang no.14 rt 09 rw 14 kelurahan sekeloa, kecamatan coblong jumat (28/1) malam. andi menghembuskan nafas terakhir di RS borromeus.
Kapolda jawa barat, irjen pol. suparni parto menyatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku dan masih terus memburunya. pelaku sudah terinfikasi dan kita sudah mendapatkan data-datanya. pelaku juga terkena tembakan dibagian kaki kirinya. mudah mudahan dalam waktu dekat ini pelaku dapat segara di tangkap'' terang suparni saat ditemui wartawan seusai pemakaman andi, dimakam pahlawan cikutra.
berita oleh redaksi.
dimuat oleh ulang oleh warta polisi banyumas.
Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penebakan yang menewaskan anggota Unit Reskrim Polrestabes Bandung, Briptu Taufik Fitriadi.
polisi pun menyatakan identitas pelaku sudah teridinfikasi dan datanya sudah dikantongi.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Briptu Taufik Fitriadi atau yang akrab di panggil Andi, tewas setelah terkena tembakan di dada dan punggung, saat melakukan penangkapan terhadap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan perampokan di jalan sadang serang no.14 rt 09 rw 14 kelurahan sekeloa, kecamatan coblong jumat (28/1) malam. andi menghembuskan nafas terakhir di RS borromeus.
Kapolda jawa barat, irjen pol. suparni parto menyatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku dan masih terus memburunya. pelaku sudah terinfikasi dan kita sudah mendapatkan data-datanya. pelaku juga terkena tembakan dibagian kaki kirinya. mudah mudahan dalam waktu dekat ini pelaku dapat segara di tangkap'' terang suparni saat ditemui wartawan seusai pemakaman andi, dimakam pahlawan cikutra.
berita oleh redaksi.
dimuat oleh ulang oleh warta polisi banyumas.
Langganan:
Postingan (Atom)







