TRIK INTELIJEN

TRIK INTELIJEN
BEST JURNALISTIK

SEMBAH SUJUT ADMIN BLOG


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Tampilkan postingan dengan label polisi jahat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label polisi jahat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 Februari 2011

POLRES BAYUMAS BEKUK POLISI GADUNGAN

WARTA POLISI BANYUMAS
gambar hiasan
.
Berbagai cara dilakukan orang dalam mencari uang dan memuluskan usahanya,
diantaranya mengaku sebagai anggota kepolisian.
di Banyumas seorang polisi gadungan dibekuk jajaran Polres banyumas. terungkapnya
hal ini berkat laporan korban ke pihak kepolisian tepatnya pada tanggal 14
januari 2011 sekitar pukul 19 wib. saudara sigit p dan murniati mengendarai
motor berboncengan, tapi kerna hujan maka saudara sigit memarkirkan motornya dan
berteduh disekitar alun-alun Banyumas tepatnya di depan SD negri 2 Sodagaran Banyumas.

Tidak lama kemudian ada seoarang pria menghampiri dengan menggunakan sepeda
motor dengan kostum jaket hitam dan kemudian
mengaku sebagai anggota kepolisian bagian reskrim polres Banyumas namun anehnya sang polisi gadungan ini juga  sesekali mengaku  sebagai anggota polres Purbalingga. curiga dengan pengakuan yang berbelit-belit itu korban melaporkan kejadian itu kepihak yang berwajib ( polisi )

Setelah terjadi penangkapan dan di intograsi oleh pihak kepolisan ternyata
polisi gadungan itu bernama EKO SUSANTO  27 tahun dengan alamat kelurahan Susukan Banjarnegara dengan pekerjaan aslinya sebagai buruh.

kepada Sigit' Eko meminta KTP, dan  juga kepada munarti. lantas sang polisi gadungan
meneliti ktp sigit dan munarti sebagai mana layaknya polisi beneran. oleh kerna
status dalam ktp  mereka semua sudah kawin, maka sang polisi gadungan menuduh
pasangan ini adalah sepasang selingkuhan.

Dalam  laporan saudara sigit kepada pihak kepolisian' mengaku diminta oleh sang
polisi gadungan untuk menyerahkan semua isi tas , berupa kalung emas, cincin,
gelang, dan lainya setelah ditotal kerugian berkisar rp3,8 juta rupiah.

lanjut sigit, anehnya saya dibawa kearah purbalingga yang kantanya akan
diserahkan ke polisi. namun belum sampai ke tujuan sang polisi gadungan ini
menodongkan sebilah pisau daging, mengancam supaya sigit dan munarti tidak lagi
membuntutinya.

Menurut pengakuan tersangka hal ini bukanlah yang pertama kali dia lakukan.sudah
sering kali hal serupa dilakukanya dengan motif yang sama yaitu menyamar sebagai
anggota kepolisian. ungkap Aiptu slamet suhadman dalam akhir wawancara dengan
warta polisi banyumas.






dirilis oleh : rahman

berita oleh : (tulus/rahman )

kabiro : sugeng paryono

Senin, 27 Desember 2010

CITRA POLISI INDONESIA

JAMBI INDONESIA .

POLISI nama lembaga ini sudah sangat dikenal diindonesia sejak saya berumur 4 tahun sudah sering mendengar nama lembaga ini disebut-sebut untuk menakuti anak bandel seperti saya. jangan nakal yaa kalo nakal ditangkap polisi! kalimat ini amat sering saya terima dari orang yang lebih dewasa sewaktu saya masih kanak-kanak.
gertakan ala kalimat ini emang bikin takut anak-anak apalagi yang udah merasa bersalah. saya pernah sembunyi seharian di kolang jembatan usang peninggalan zaman belanda hanya kerna takut ditangkap polisi kerna mencuri telur ayam milik pak haji yahya, kalo ga salah hari senin tanggalnya saya lupa' waktu itu saya mencuri telur ayam milik pak haji yahya untuk direbus pake kaleng bekas. nah saking takutnya sampai-sampai tanah bekas api perebusan pun saya buang kesungai :).

itu dulu dizaman dimana hanya orang orang tertentu yang bisa menjadi polisi(etnik). dizaman moderen seperti sekarang beda lagi polisi bukan lagi untuk menakuti anak kecil yang bandel tetapi untuk mempermudah acces birokrasi dan segala bentuk link kerja yang menyangkut hukum. disini saya hanya memberikan sedikit gambaran bagaimana kerja polisi salah satu kecamatan kecil di propinsi jambi. disana mereka masih manja dan bekerja bukan berdasarkan tanggung jawab kepada tugas yang diembankan namun lebih kepada bagaimana bisa menambah pendapatan,' baik itu laporan ataupun temuan dilapangan. jika si pelapor yang meminta bantuan hukum polisi tidak memberikan uang operasional jangan harap mereka menanggapinya, lebih parahnya lagi kasus yang benar-benar terjadi sebagai contoh pengeroyokan terhadap salah seoarang warga pamenang dimana sipengeroyok adalah manta pecatan TNI yg juga diketahui masih menyimpan senpi hanya pura-pura ditanggapi, namun secara realnya tidak pernah dilakukan penangkapan ataupun pemanggilan secara kepolisian kepada tersangka. ini terjadi pada era kepemimpinan kapolsek syahrial koto.

hal ini sudah lumrah ga heran bung! emang beginilah kerja polisi diwilayah luar jawa..... jangankan untuk membantu secara iklas, tugas yang harus diselesaikan aja masih mengharap uang operasional.
harapan saya dizaman kepemimpinan bapak timur pradopo ini sudah waktunya polisi adalah pelayan dan pelindung masyarakat, bukan menjadi benalu dalam masyarakat, sebagai petinggi polisi jangan hanya mendengarkan keluhan atau protes dari wakil rakyat seharusnya menindak lanjuti apa yang menjadi jeritan hati rakyat! jika saya yang menjadi kapolri saya akan mendirikan badan intelgen khusus untuk mengawas kinerja polisi, kita rekrut orang-orang  kecil yang benar-benar tahu apa yang terjadi dilapangan. saya yakin mereka tidak  meminta uang jasa/gaji mereka sangat merasa dihargai dan dapat tempat meluahkan jeritan hati mereka dengan layanan lembaga ini di tingkat bawah.

saya yakin opini ini bukan hanya terlahir dari pola pikir saya yang bodoh ini, semua rakyat indonesia lainya juga menyuarakan hal yang sama. pertahankan nama lembaga ini sebagai lembaga terbaik dan terpercaya dimata rakyat indonesia. bangun lah polisi ku.... ingatlah.. kalian ada untuk kami, bukan kami ada untuk kalian ! kami tidak mengharap kalian mengajak kami tertawa bersama, setidaknya kalian bisa membantu supaya airmata kami tidak selalu menetes atas ketimpangan hukum yang kami rasakan. itu sudah cukup.. kami tidak minta layanan istimewa..layanan seadanyapun kami sudah bangga dengan mu.. ingatlah.. seragam itu milik negara bukan milik pribadi.!